Pengembangan
dan penggunaan Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) dalam program Pendidikan
Luar Sekolah dapat membuat reformasi untuk sistem Pendidikan Luar Sekolah yang
lebih baik. Beragam kemampuan TIK yang luar biasa sudah seharusnya dimanfaatkan
dalam PLS dalam kerangka melahirkan sistem program PLS yang lebih baik, baik
dalam aspek sarana prasarana, peningkatan profesionalisme kualitas sumber daya
manusia pendidik maupun menghasilkan warga belajar yang berkualitas. Di era
digital pada saat ini, penguasaan terhadap TIK sudah menjadi kebutuhan pokok. Tidak
ada pilihan selain harus mengembangkan diri secara terus-menerus dalam
penggunaan dan optimalisasi pemanfaatan TIK.
Permasalahan
yang muncul seiring dengan pemanfaatan TIK dalam program PLS adalah faktor
penguasaan TIK oleh para pendidik. Sebagaimana kita ketahui, dalam pendidikan
luar sekolah pendidik, tutor, pelatih, dan sebagainya adalah motor utama
penggerak dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan luar sekolah. Dalam proses
pembelajaran tersebut TIK sebagai sarana yang dapat membantu tugas para
pendidik agar proses belajar mengajar menjadi
lebih baik. Oleh karenanya penguasaan TIK oleh para pendidik menjadi keharusan
dalam rangka meningkatkan profesionalisme pendidik. Penguasaan TIK dikalangan para
pendidik, khususnya para pendidik di pedesaan menjadi masalah besar yang harus
dicarikan solusi. Potret buram dunia pendidikan di Indonesia salah satu nya
adalah tidak meratanya kondisi pendidikan di perkotaan dan di pedesaan, baik
aspek sarana prasarana pendidikan sampai pada kualitas pendidiknya.
Kendala
utama dalam pemanfaatan TIK dalam pembelajaran yang dihadapi pendidik dalam pembelajaran adalah sarana dan
prasarana pendukung yang terbatas. Sarana dan prasarana yang dimaksud adalah
komputer, laptop, dan infokus. Kendala berikutnya yang cukup tinggi
mempengaruhi pendodol memanfaatkan TIK dalam pembelajaran adalah ketersediaan
jaringan internet dan sinyal. Selanjutnya kendala berikutnya adalah
ketersediaan listrik. Pengetahuan teknis pendidik tentang teknologi informasi
dan komunikasi yang terbatas menjadi kendala berikutnya dalam penguasaan TIK
untuk pembelajaran PLS.
Pendidik
menghadapi banyak tantangan ketika mencoba untuk mengintegrasikan TIK dalam
pengajaran mereka dan beberapa di antaranya adalah pengetahuan, keterampilan,
kepercayaan, dan sikap mereka (Papanastasiou dan Angeli, 2008). Menurut
Papanastasiou dan Angeli (2008), kepercayaan dan sikap adalah faktor penting
bagaimana pendidik menggunakan TIK dalam pembelajaran. Dengan demikian, sikap
penddidik terhadap TIK merupakan faktor penting ketika menerapkan TIK dalam
pembelajaran. Namun pada saat ini, banyak pendidik maupun warga belajar yang
masih takut untuk belajar menggunakan TIK dalam pembelajaran mereka dan menjadi
cemas ketika harus menggunakan pengetahuan TIK. Karena kurangnya pengetahuan
tentang manfaat TIK dalam pendidikan (Mirzajani et al., 2016). Jika mereka
tidak memiliki pemahaman yang baik tentang manfaat potensial menggunakan TIK
dalam mengajar, mereka mungkin tidak memiliki motivasi untuk mengintegrasikan
TIK dengan kegiatan pembelajaran.
Adanya
penguasaan TIK sangat berguna dalam membantu pembelajaran, terutama dalam
menjalankan program PLS. Dengan adanya penguasaan TIK ini, sebagai sarana untuk
menambah motivasi, pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan TIK
bagi pembelajaran. Para tenaga PLS, pendidik dan warga belajar diharuskan untuk
dapat menguasai TIK dalam pembelajaran dengan baik, terutama bagi mereka yang
sama sekali tidak pernah menggunakan TIK. Solusi bagi yang belum menguasai
dapat diberikan pelatihan khusus menguasai TIK dan dengan ini diharapkan dapat
menumbuhkan motivasi dan pengetahuan akan manfaat TIK bagi pembelajaran, yang
dapat di tularkan sebagai motivasi kepada para pendidik dan warga belajar untuk
melek teknologi.
Referensi :

Terus berkarya
BalasHapusMantap
BalasHapusSemngat bunda
BalasHapusbermanfaat kaka
BalasHapus